Yayasan An naba' Center

Get Adobe Flash player

Berita

Minggu, 8 Mei 2016, Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan Annaba Center Indonesia​ kembali melanjutkan pengecoran bangunan kedua pesantren muallaf putri. Pengecoran dengan maksud membuat tiang bangunan ke-2 itu dilaksanakan secara manual oleh para santri dan pekerja bangunan. Tidak kurang dari enam belas orang santri putra terlibat dalam kerja bakti pengecoran tiang lantai II itu. Bangunan kedua dengan luas mencapai seratusan meter persegi ini menggunakan material cor pilihan.

Pagi tadi, tepat pada pukul 05.30 tanggal 12 Mei 2016, kembali, Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan Annaba Center Indonesia menjadi tempat untuk membimbing syahadat. Adalah Yulianus Patris Hamon, pria kelahiran Luwuk, 17 Maret 1994 silam memilih untuk memeluk Islam dan dibimbing langsung oleh pimpinan pesantren KH. Syamsul Arifin Nababan.

 

Alhamdulillah, Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan An Naba Center Indonesia mulai merintis amal usaha sebagai salah satu penunjang pesantren. Usaha bidang kuliner adalah langkah awal yang dipilih. Beralamat di Kompleks Perumahan Griya Indah Serpong, Gunung Sindur, lokasi kios 2 pintu yang sudah disiapkan untuk usaha. Kini, segala sesuatu dipersiapkan agar semakin cepat usaha martabak, teh tarik, jus, dan Kentucky segera berjalan.

Pagi ini,  para santri muallaf berbagi pengalaman pribadi tentang mengapa mereka masuk Islam. Cerita suka dan duka mereka utarakan di hadapan pimpinan pesantren bapak KH. Syamsul Arifin Nababan. Cerita yang penuh dengan kesan, mengharukan, hingga rasanya tak kuasa mendengar curahan hati mereka membuat pendengarnya merasa prihatin. Meski perjalanan hidup mereka tidak mudah, dan tidak indah seperti yang kebanyakan dialami oleh orang-orang, namun mereka tetap tidak putus asa dan bertekad untuk menjadi dan memberikan yang terbaik bagi agama.

 

Menulis, tidak semua orang memiliki hobi ini. Namun, tidak bagi Hafshoh, santri muallaf pesantren Annaba Center Indonesia. Hafshoh telah menulis sebuah karya yang ia sebut sebagai cerpen. Tulisannya ini akan ia kirim untuk dalam sebuah perlombaan menulis cerpen yang diadakan oleh salah satu lembaga swasta. Judul cerpennya “Hijab, Hijab, dan Hijab”. Judul ini ia pilih karena ketentuan tema yang disyaratkan oleh panitia penyelenggara, yaitu harus memuat unsur budaya tradisional dan modern.

 

Alhamdulillah, pesantren pembinaan muallaf putri Yayasan An Naba Center Indonesia telah memiliki pos jaga. Pos yang dibalut warna orange tersebut tampak begitu indah menyala, dengan desain minimalis. Diharapkan, keamanan di lingkungan pesantren putri semakin meningkat karena telah berdiri pos jaga yang dilengkapi dengan sekuriti. Saat berita ini diturunkan pos jaga sudah dioperasikan dan aktif.

Alhamdulillah, pimpinan pesantren pembinaan muallaf yayasan Annaba Center Indonesia telah kembali ke tanah air. KH, Syamsul Arifin Nababan tiba di Indonesia pada tanggal 12 April 2016 kemarin, bersama sahabat beliau ustadz Ahmad Muhajir. Kedatangan beliau kembali ke pesantren Annaba disambut hangat oleh seluruh keluarga besar pesantren.

Minggu, 10 April 2016, Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan Annaba Center mengadakan pelatihan motivasi dan pengenalan karakter. Pelatihan ini dilaksanakan di aula serba guna pesantren putri dan mushollah pesantren putra yang langsung dibawakan oleh motivator kenamaan bapak Muhammad Khairil dari Mitra Cendikia Leadership Training Center.

 

Pimpinan Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan Annaba Center Indonesia, KH. Syamsul Arifin Nababan, telah genap 30 hari melakukan perjalanan dakwah ke Amerika. Perjalanan dakwa beliau dimulai pada tanggal 29 Februari hingga berita ini diturunkan beliau masih berada di negara bagian Amerika dan dijadwalkan akan kembali ke tanah air pada tanggal 13 April 2016. Mengawali dakwahnya, kiai Nababan mendarat di Hollywood, Los Angles bersama dengan dua orang sahabat beliau yaitu ustadz Dr. Rusli Hasbi dan qori internasional, ustadz Ahmad Muhajir Makmur.

 

Pages