Yayasan An naba' Center

Get Adobe Flash player

Berita

Rabu, 23 Maret 2016, Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan Annaba Center Indonesia kembali mengadakan “Ngopi” subuh. Seperti biasa, yang bertindak sebagai nara sumber adalah ustadz Narlis yang lebih dikenal dengan ustadz Orange Indonesia.  Mengambil tema kejujuran, ketulusan, dan keikhlasan, ustadz Orange memberikan tausiah dengan mengangkat kisah seorang pemuda yang baik nan jujur yang kemudian mendapatkan anugerah dari Allah Swt. Penasaran ingin mendengar bagaimana kisah seorang pemuda yang disampaikan oleh ustadz Orange? Berikut ceritanya:

 

Kemarin, 16 Maret 2016, Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan Annaba Center Indonesia kedatangan tamu dari Malaysia. Beliau adalah bapak Zainuddin, pensiunan tentara kerajaan Malaysia yang saat ini giat berdakwah. Datang bersama dua orang kerabatnya, ibu Cece dan ibu Yenci, kedatangan mereka disambut hangat oleh sekretaris pesantren ustadz Ozi Setiadi dan ustadz Idham Cholid. Adapun maksud kedatangan mereka ketika itu adalah untuk mewakafkan 300 buah al-Quran untuk sarana pembelajaran para santri Annaba Center Indonesia.

 

Selasa, 15 Maret 2016, santri Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan Annaba Center Indonesia kembali melakukan kajian. Kali ini, kajian dengan tema Aqidah menampilkan ustadz Ali Akbar sebagai nara sumber. Kitab yang dibahas adalah kitab Al-Qaulul Mufid yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. Seluruh santri putra yang mendengarkan kajian terlihat antusias. Ini disebabkan diskusi dua arah yang dilakukan membuat suasana yang tidak monoton dan penuh dengan rasa ingin tahu.

Rabu, 09 Maret 2016, para santri Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan Annaba Center Indonesia melakukan shalat gerhana. Suasana gerhana matahari yang bertepatan dengan hari libur nyepi itu dimanfaatkan oleh para santri untuk beribadah dan muhasabah. Kegiatan ini dilakukan di Mesjid Raya Bintaro Sektor IX. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib adalah Syiekh Rofiq.

 

Pimpinan Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan Annaba Center Indonesia, KH. Syamsul Arifin Nababan, bersama ustadz Rusli Hasbi dan ustadz Ahmad Muhajir Makmur melakukan lawatan dalam rangka dakwah di negeri Paman Sam. Ketiganya berangkat pada tanggal 29 Februari 2016 kemarin dan telah tiba di Los Angles pada tanggal 01 Maret 2016. Ketiga juru dakwah ini akan memberikan kajian pada beberapa negara bagian di Amerika Serikat selama empat puluh lima hari atau sekitar satu setengah bulan. Selama beberapa hari itulah ketiganya berpindah-pindah tempat untuk berdakwah setiap 2-3 hari sekali.

Dua hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 25 Februari 2016, Pesantren Pembinan Muallaf Yayasan Annaba Center Indonesia kembali kedatangan tamu. Dia adalah saudari Imanda Riyanti, seorang non Muslim yang datang dengan niat untuk mengucapkan kalimat syahadat di pesantren Annaba Center. Imanda, panggilan akrab ibu berusia 40 tahun ini, datang bersama empat orang rekan yang lain, termasuk saudaranya yang memang beragama Islam. Kedatangan mereka disambut oleh pimpinan pesantren KH. Syamsul Arifin Nababan dan para ustadz.

Pagi tadi, santri Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan Annaba Center Indonesia kembali mengadakan “Ngopi” subuh. Kali ini bertindak sebagai pembicara adalah ustadz Faidhal Zikro yang dikenal sebagai ustadz “Abu Nawas”. Ustadz yang kocak nan jenaka ini datang ke pesantren Annaba dengan mengedarai sepeda dan mengenakan seragam olah raga. Seragam ini ia kenakan karena aktifitas bersepeda yang rutin ia lakukan setiap pagi hari usai ibadah subuh. Kedatangan ustadz Zikro ke pesantren Annaba disambut oleh para ustadz dan santri.

Tadi malam, 22 Februari 2016, seperti biasa Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan Annaba Center Indonesia kedatangan tamu untuk berdialog dan diskusi seputar agama. Kali ini, tamu yang datang untuk dialog dan berdiskusi mengenai agama adalah dua orang wanita yang berbeda usia. Wanita pertama merupakan seorang ibu paruh baya yang datang dengan dua orang anak laki-lakinya, sedang yang satu lagi adalah seorang gadis yang datang bersama saudara sepupunya. Kedua perempuan ini memiliki permasalahan yang sama, yakni tentang agama.

 

Pagi yang sejuk, suasana yang sangat hening dan begitu tenang untuk menjalankan ibadah. Para santri muallaf seperti biasa menjalankan aktifitas mereka mulai dari menjelang subuh hingga jam sekolah formal tiba.  Kegiatan shalat subuh berjamaah, membaca doa al ma’tsurat dan mengaji al-Quran menjadi rutinitas pagi yang tak terlewatkan. Semua santri berkumpul di mushala tanpa ada yang keluar ruangan sampai kegiatan rutinitas pagi selesai dilaksanakan.

 

Kemarin, 18 Februari 2015, Pesantren Pembinaan Muallaf Annaba Center Indonesia kembali diliput oleh salah satu stasiun TV Swasta. NET TV melalui program NET5 melakukan liputan ke pesantren Annaba Center dengan tema keislaman para muallaf. Hadir dan memberikan penjelasan mengenai pesantren pada liputan tersebut pimpinan pesantren KH. Syamsul Arifin Nababan. Dalam penjelasannya mengenai kronologi mengapa mendirikan pesantren muallaf, kiai Nababan mengatakan bahwa hal ini merupakan sebuah kebutuhan yang sangat mendesak bagi umat Muslim, khususnya bagi mereka yang baru menjadi muallaf.

Pages