Yayasan An naba' Center

Get Adobe Flash player

Berita

               Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang telah memberikan hidayah kepada hamba-Nya, sehingga pada lima hari yang lalu telah bertambah satu orang lagi saudara kita yang memeluk agama Islam. Dia adalah Yulius Patianan, seorang pemuda kelahiran Lampung 30 tahun yang lalu baru saja mengucapkan kalimat syahadat. Yulius satu dari sekian banyak orang yang memutuskan memeluk Islam setelah melalui pencarian yang cukup panjang. Bukan karena keinginannya untuk menikah, mendapat pekerjaan, bahkan hanya untuk mendapatkan sejumlah uang.

Rabu, 10 Juni 2015, Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan An Naba Center Indonesia menjadi salah satu pesantren yang dipilih oleh TV Edukasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk diliput. Tidak kurang dari dua belas orang kru TV hadir untuk melakukan shooting ketika itu. Tema yang diangkat pada shooting kali ini adalah “Membedakan antara yang hak dan yang batil”, dengan narasumber KH. Syamsul Arifin Nababan.

Rabu, 10 Juni 2015, Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan An-Naba Center Indonesia kedatangan tamu istimewa. Mereka adalah ibu-ibu dari pengajian Ats Tsurayya yang datang dengan maksud melakukan pengajian sekaligus bakti sosial ke pesantren An-Naba Center. Dikoordinatori oleh ibu Laksmi, sekitar 50 orang ibu-ibu pengajian hadir dengan mengenakan pakaian yang bernuansa pink.

Senin, 15 Mei 2015, lagi, Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan An-Naba Center Indonesia didatangi oleh sejumlah tamu istimewa. Mereka adalah saudara-saudara kita yang telah mendapatkan hidayah dari Allah Swt. untuk memeluk Islam. Uniknya, para tamu yang hadir untuk melakukan syahadat kali ini berjumlah tiga orang, dua orang laki-laki dan satu orang perempuan. Dua orang berwarga negara Indonesia, Meiyanti dan Perrius, serta satu orang berwarga negara Australia, yakni Mr. Pitto.

Ciputat, Tangerang Selatan, 20 Mei 2015, santriwati terbaik Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan An Naba Center Indonesia, Khairunnisa, mendapat hadiah umroh dari direktur utama PT. Macsaranadjaja, bapak H. Muhammad Fitno. Pelaksanaan umroh yang diselenggarakan pada tanggal 20 Mei tersebut dibimbing langsung oleh pimpinan pesantren KH. Syamsul Arifin Nababan melalui biro perjalanan haji dan umroh PT. Asia Utama. Sebanyak lebih dari enam puluh orang diberangkatkan umroh oleh PT. Macsaranadjaja yang terdiri dari karyawan perusahaan, serta santri An-Naba Center.

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, kemarin tepat pada tanggal 9 Mei 2015, Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan Annaba Center Indonesia kedatangan tamu. Mereka adalah ibu Yolanda beserta anaknya, mbak Annisa. Mereka datang ke pesantren sekitar pukul 14.00 WIB. Disambut oleh Ummi Nababan beserta Kepala Bidang Pengajaran, Ustadz Ali Akbar, mereka berdua berbincang dan menyatakan tujuannya datang ke pesantren.

 

                   Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Tadi malam, Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan An-Naba Center kembali kedatangan tamu. Kali ini adalah dua orang pemudi penganut Kristen Protestan yang datang bersama ibunya, Siska, yang telah mengganti nama menjadi Hamidah. Hamidah adalah seorang ibu yang lebih dahulu memeluk Islam 72 jam yang lalu. Ia merasa berkewajiban untuk membimbing dua orang anaknya agar memperoleh jalan yang benar. Kebenaran yang ia dapatkan dalam Islam kemudian ia dakwahkan kepada dua orang anaknya.

 

Minggu malam, tepat pada tanggal 3 Mei 2015, Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan An-Naba Center Indonesia kedatangan tamu. Dia adalah seorang yang berdarah Toraja-Manado, seorang perempuan, single parent yang berjuang untuk mendapatkan kebenaran dalam beragama. Namanya ibu Siska. Ia datang bersama seorang teman kerjanya. Bersama mereka datang ke pesantren untuk menemui KH. Syamsul Arifin Nababan. Tidak lain dan tidak bukan, rasa ingin tahu dan keraguannya terhadap agama Kristen yang ia anutlah yang membawanya datang menemui beliau.

Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan Annaba Center Indonesia kembali melakukan kerja sama dengan STIDDI Al-Hikmah. Program kerja sama ini bertajuk Muallaf Education Development Project (MEDP) yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui bantuan beasiswa bagi para santri muallaf Annaba Center yang berkualifikasi SLTA/Sederajat dan Diploma. Program yang berkelanjutan ini sebelumnya telah dimulai sejak tahun akademik 2011/2012 dan berlanjut hingga sekarang.

Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan Annaba Center Indonesia (YACI) telah melakukan kerjasama dengan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa pada tanggal 31 Maret 2015. Kerja sama ini dibicarakan langsung oleh pengasuh pesantren, KH. Syamsul Arifin Nababan dengan direktur LKC, bapak dr. Ridho. Adapun kerja sama awal yang dijalin adalah pemanfaatan fasilitas pengobatan yang ada di LKC-Ciputat.
 

Pages