Yayasan An naba' Center

Get Adobe Flash player

MEMAHAMI JIHAD DI BULAN RAMADHAN

Oleh: Canra Krisna Jaya, S.Sos.

Sebulan lamanya umat Islam menjalankan ibadah puasa, selama itu pula kita melakukan peleburan dosa yang selama ini telah dilakukan. Dosa yang selama ini berkarat dalam diri seolah terlebur dengan amal kebaikan yang dikerjakan dengan tulus dan ikhlas karena mengharap ridhâ Allah SWT. semata. Ini dikarenakan amalan puasa merupakan ibadah istimewa dan berpahala istimewa pula yang mampu meningkatkan ketakwaan dan menepis semua bentuk kemungkaran dan maksiat. Bulan dimana umat Islam mendapatkan pahala yang berlipat ganda karena pada bulan inilah Al-Quran diturunkan sehingga disebut sebagai malam yang paling baik dari seribu bulan, yaitu lailatul qadar. Hal yang tidak kalah pentingnya ialah dilipatgandakan-Nya pahala semua amalan muslim dan muslimah, yang wajib dilipatgandakan 70 kali dan yang sunnah disamakan dengan pahala amalan wajib. Keistimewaan inilah yang dinanti oleh segenap umat Islam guna memperbanyak amal soleh pada bulan Ramadhan.

Rasulullah SAW. senantiasa menanti bulan Ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah dan ampunan Allah SWT. Sehingga beliau selalu berdoa, "Allahumma baarik lanaa fi Rajaba wa Sya'baan wa ballighnaa Ramadlan" (Ya Allah berkati kami pada bulan Rajab dan bulan Sya'ban dan antarkan kami sampai ke bulan Ramadhan). Doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT. agar menyampaikan kita kepada bulan Ramadhan dan menyelesaikan bulan tersebut dengan kemenangan. Selain doa tersebut, diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan An Nasa'i, bahwa beliau juga berkhotbah ketika menyambut bulan ramadhan yang isinya:

"Telah datang kepadamu bulan Ramadhan yang penuh berkah. Allah mewajibkan atas kamu puasa di bulan itu. Pada bulan itu semua pintu syurga terbuka lebar dan semua pintu neraka Jahim tertutup rapat serta syetan-syetanpun dibelenggu. Di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya, maka sesungguhnya orang yang tidak beramal kebaikan pada bulan ini sungguh amat merugi."

Maksud dari kalimat "pintu surga terbuka lebar dan pintu neraka tertutup rapat dan syetan-syetanpun dibelenggu", ialah bahwa orang yang berpuasa berkesempatan besar untuk masuk surga dan jauh dari neraka. Amalan ibadah puasa yang selama 1 bulan penuh dilakukan pada bulan ramadhan memberikan manfaat, selain menambah keimanan dan nilai-nilai ibadah, puasa juga menjadi alat untuk memproteksi diri dari hal-hal keduniawian yang sangat disukai syaitan seperti berbuat maksiat dan lainnya.

 

Ramadhan dan Jihad

Puasa adalah ibadah jihad. Ini dikarenakan puasa mengandung makna melawan hawa nafsu. Orang yang tidak bisa menahan nafsu syahwat, nafsu amarah, nafsu seksual, dan nafsu lainnya selama berpuasa sama halnya dengan bekerja tanpa mendapatkan hasil. Puasa yang dilakukan hanya membuahkan lapar dan haus tanpa adanya nilai-nilai ibadah dalam puasa tersebut. Rasulullah SAW. menegaskan dalam sebuah hadis: "Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh darinya untuk meninggalkan makanan dan minumannya." (H.R. Bukhari).

Selain jihad melawan hawa nafsu, umat Islam diperintahkan berjihad melawan kekafiran dan kesyirikan. Jihad seperti ini dilakukan untuk mempertahankan diri dari serangan orang-orang kafir agar eksistensi umat muslim tetap terjaga. Mencegah perpecahan yang terjadi akibat hasutan dan keinginan untuk mengadu domba umat muslim. Ini merupakan langkah penting dalam memproteksi generasi muslimin dari berbagai hal yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan umat Islam, khususnya dari pengaruh paham, teknologi, dan informasi yang buruk.

Allah SWT. telah memerintahkan umat muslim untuk berjihad melawan kekufuran. Ini dilakukan sebagai sarana ibadah dan perjuangan untuk menyiapkan individu muslim yang mampu memikul tanggung jawab guna mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Oleh sebab itu, salah saru langkah konkrit yang dapat dilakukan adalah melakukan ibadah puasa. Puasa akan menciptakan kader-kader muslim yang kuat secara keimanan dan tangguh dalam pengorbanan sehingga upaya ini memberikan hasil, yakni tegaknya keadilan bagi seluruh umat manusia.

 

Macam-macam Jihad

Ketika musuh-musuh Islam menyerang dengan berbagai macam cara untuk memadamkan cahaya agama Allah, kondisi ini menuntut umat Islam agar melakukan jihad dalam berbagai aspek kehidupan. Jihad terhadap hawa nafsu adalah jihad setiap saat bagi setiap muslim yang masih dalam kondisi sehat fisik dan rohani. Jihad qitâli adalah wajib bila umat Islam diserang dengan senjata. Selain jihad nafsiy dan jihad qitâli, masih banyak lagi tuntutan jihad lainnya, seperti:

 

  1. Jihad tablighi, yaitu jihad dengan lisan untuk menyampaikan ajaran Islam dengan penuh hikmah, kelembutan, dan kesejukan. Kita diwajibkan melakukan tabligh sebagai jihad dengan perkataan untuk meluruskan berbagai penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat.
  2. Jihad ta'limi, yaitu jihad melalui pendidikan, baik formal atau informal. Saat ini umat Islam sangat dituntut untuk menekuni jihad ta'limi karena kehidupan modern membutuhkan pendidikan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas, khususnya bagi umat muslim.
  3. Jihad Maali, yaitu jihad dengan harta dalam rangka menebarkan Syiar Islam, melindungi kaum fuqara' dan masakin dari kekufuran yang mengintai mereka. Jihad maali ini sering disebut Al-Qur'an lebih daripada jihad binnafsi karena berjihad dijalan Allah dengan harta-benda yang kita miliki sama artinya dengan mengizinkan diri kita berjuang bersama orang-orang yang beriman.

 

 

Tujuan Jihad

Jihad memiliki tujuan untuk mendapatkan ridâ Allah SWT. Oleh sebab itu, jihad disyariatkan dalam Islam untuk mencapai dua sasaran; Pertama: Untuk mempertahankan diri dari serangan musuh dan mempertahankan tanah air di mana mereka tinggal. Kedua: Mempertahankan dakwah Islamiyah dan ajaran-ajaran Ilahi sekaligus melindungi para pembawa panji-panji Islam, demi menebarkan ajaran Islam dengan al-hikmah, al-mau'izhah, dan al-hasanah dalam suasana penuh aman dan damai.

Adanya jihad tersebut diharapkan umat Islam dapat memahami pentingnya pengorbanan demi menegakkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu, ini menjadi kewajiban setiap muslim agar ajaran Islam dapat dirasakan oleh saudara-saudara kita, baik sesama muslim maupun non muslim karena Islam adalah agama yang menjadi rahmat bagi sekalian alam (rahmatan lil ‘alamin). Akhirnya, melalui tulisan ini, penulis menyampaikan bahwa dakwah bagaikan air yang harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh umat manusia. Bila tidak tidak ada air, maka sudah dapat dipastikan kehidupan akan menjadi kering bak padang pasir yang panas dan tandus. Mari kita kembalikan semangat berjihad melalui pengorbanan untuk menyelamatkan saudara-saudara kita dari kebodohan, kemiskinan, dan kesehatan yang buruk. Semoga Allah SWT. memberikati upaya kebaikan yang selama ini telah kita lakukan. Amin. (Edt: Ozi S.)

 

 

Add new comment

Plain text

  • No HTML tags allowed.
  • Web page addresses and e-mail addresses turn into links automatically.
  • Lines and paragraphs break automatically.
CAPTCHA
This question is for testing whether or not you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
2 + 10 =
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.