Yayasan An naba' Center

Get Adobe Flash player

Kajian

Aqidah bagaikan pondasi bangunan. Aqidah harus dirancang dan dibangun terlebih dahulu sebelum merancang dan membangun bagian yang lain. Kualitas pondasi yang dibangun akan berpengaruh terhadap kualitas bangunan yang ditegakkan. Bangunan yang ingin dibangun itu sendiri adalah Islam yang sempurna (kamil), menyeluruh (syamil), dan benar (shahih).

Setiap pribadi muslim diwajibkan untuk mengimani kitab suci yang telah diturunkan oleh Allah SWT kepada para rasulnya, baik itu nabi Muhammad yaitu al-Qur'an maupun rasul-rasul sebelumnya, yakni Taurat, Zabur, dan Injil. Keimanan dan pengakuan ini masuk dalam pilar-pilar (rukun) iman dalam Islam.

Salah seorang ilmuan dari Amerika yang bernama MICHAEL H. HART pernah menulis sebuah buku yang sangat menggemparkan dunia. Buku itu di beri judul " The 100, a ranking of the most influential persons in history " (Seratus Tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah). Dari seratus Tokoh besar dunia yang paling beliau kagumi sebagaimana telah dicantumkan nama-namanya di dalam buku tersebut, justru Nabi Muhammad saw berada pada urutan pertama.

Selama ini seruan dakwah Islam baru berkumandang dikalangan umat Islam saja, dan belum menyentuh sama sekali orang-orang di luar Islam khususnya umat Kristen sebagai agama terbesar kedua di Indonesia. Sementara dari kalangan Missionaris Kristen begitu agresif melakukan ekspansi agamanya terhadap kaum muslimin Matius 28:19, Markus 16 :15,  sehingga tidak sedikit dari umat kita yang berhasil mereka murtadkan, padahal agamanya batil.

Toleransi (Arab: as-samahah) adalah konsep modern untuk menggambarkan sikap saling menghormati dan saling bekerjasama di antara kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda baik secara etnis, bahasa, budaya, politik, maupun agama. Toleransi, karena itu, merupakan konsep agung dan mulia yang sepenuhnya menjadi bagian organik dari ajaran agama-agama, termasuk agama Islam.

Islam adalah agama rahmatal lil’�?lamin (agama yang mengayomi seluruh alam). Islam mengakui perbedaan sebagai kenyataan tak terbantahkan. Dengan pengakuan ini, Islam menghormati keragaman dan menganjurkan agar keragaman menjadi instrumen kerja sama di antara manusia. Perbedaan adalah sunnatullah, karena dengannya manusia bisa saling melengkapi (take and give).