Yayasan An naba' Center

Get Adobe Flash player

Kisah Muallaf

Alhamdulillah, saya sangat senang sekali bisa menyapa pembaca melalui buku ini. Perkenankanlah saya memperkenalkan diri. Nama saya, Khairunnisa. Nama ini adalah nama yang diberikan kepada saya ketika saya memutuskan untuk berpindah agama dari agama keluarga kami, yakni Katolik kepada Islam. Khairunnisa terdiri dari dua kata dalam bahasa Arab, kata khair yang berarti baik dan kata annisa yang berarti perempuan. Jadi, nama saya berarti anak perempuan yang baik-baik,…hehehe…(senyumku dalam hati). Nama asli saya adalah Odete Suarez.

Pada tahun 2009 aku pergi meninggalkan Bogor. Kota dengan julukan Kota Hujan ini ternyata tidak cocok bagi orang sepertiku. Aku harus pergi karena pekerjaan yang kulakukan di sana banyak berhubungan dengan dunia yang semu ini. Kemudian aku berpikir untuk pindah ke Cisalak. Sejak meninggalkan Bogor, berbagai hal yang berkaitan dengan informasi ruhani terputus disebabkan situasi dan kondisi yang serba terbatas. Tahun 2010 aku berpindah lagi untuk yang kesekian kalinya. Hidupku benar-benar seperti kisah seorang pengelana yang berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Nomaden, tidak ada tempat untuk menetap. Di tahun inilah aku berpindah ke tempat kakak kandungku di Mampang Jakarta Selatan. Di situlah aku mulai membangun semangat beribadah yang selama ini mulai surut.

Aku anak kedua dari tiga bersaudara. Anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga kami, yang lainnya adalah perempuan. Aku adalah seorang piatu, karena ibuku telah meninggal sejak aku berusia 21 bulan. Saat itulah aku sudah tidak lagi mendapat kasih sayang dari seseorang yang aku panggil ibu. Tak lagi aku merasakan hangatnya dekapan kasih sayang yang diberikannya karena Allah telah memanggilnya sebelum aku dewasa seperti sekarang.

Islam benar-benar mengajarkan kita berbagai berbagai kebaikan.

Adalah sebuah keajaiban. Aku yang kesehariannya bermain di mesjid bersama dengan teman-temanku tidak pernah merasakan rasa takut dan hati bergetar yang sangat luar biasa ketika hendak berpindah agama ke agama Islam. Ketika mengambil air wudhu saja aku sudah gemetaran, seperti memiliki rasa takut yang amat dahsyat.

Tidak ada agama yang semulia Islam yang mengajarkan hingga sedetail ini. Islam adalah agama yang kompleks yang mengajarkan kebaikan mulai dari tidur hingga saat tidur. Aku sungguh terkagum dan terpesona dengan keindahan Islam.

Setelah niat maka disunnahkan membaca bismillah sebagai bentuk penghambaan kepda Allah karena Dia-lah pemilik alam ini maka sudah seharusnya kita mengucapkan bismillah yang artinya “Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang”.

Aku masuk ke dalam masjid. Sontak saja semua orang kaget dan memandang sinis padaku...., termasuk teman-teman akrabku.

Aku memilih Islam sebagai agamaku, bukan Kristen atau Budha agama nenek moyangku dulu. "Allahuakbar (Allah Maha Besar), Alhamdulillah, mantan kafir yang dahulu sesat dan nakal bisa memeluk agama Allah yang sangat mulia ini" aku bergumam dalam hati. Aku sangat bersyukur diberi hidayah oleh Allah, Tuhan Sang Pemilik langit dan bumi.

Sesungguhnya aku menyakini bawah agama yang benar, agama yang menunjukan jalan yang betul-betul lurus dan di ridhai Allah SWT., Sang Pencipta Alam semesta ini adalah Islam.

Pages