Kisah Muallaf

Annas: Pekerjaan Membawaku Masuk Islam

Dikirim tanggal 24 Jul 2015 02.40.18 248 Kali dibaca

Hari yang cerah, di sinari hangatnya mentari, ditemani kicauan burung yang merdu, berhembus angin yang sepoi-sepoi, aku menulis kisah perjalanan hidupku dalam menemukan Islam. Sungguh ini adalah sebuah hidayah yang harusnya kita syukuri, tidak hanya kepada aku dan kami para muallaf, tetapi juga bagi para umat Muslim karena kami telah mendapat hidayah dan kembali ke pangkuan Islam setelah sebelumnya berada pada jurang kekafiran yang sangat dalam. Adalah benar bahwa semua umat Muslim bersaudara. Oleh sebab itu, kabahagiaan yang dirasakan oleh saudaranya pasti juga dirasakan oleh dirinya. Agar kebahagiaan yang aku rasakan pada diriku diketahui dan juga dirasakan oleh saudara-saudaraku, maka alangkah baiknya aku berbagi cerita atas perjalanan hidupku menemukan Islam.

Annas: Pekerjaan Membawaku Masuk Islam (Habis)

Dikirim tanggal 25 Jul 2015 10.03.06 260 Kali dibaca

Dua hari berselang, ibu menghubungiku karena khawatir akan keadaanku. Mungkin karena naluri seorang ibu, makanya ibuku menghubungi aku, selain juga mungkin ada yang memberi tahu tentang keadaanku kepadanya. Dia bertanya, “Fidel, cemana kabarmu nak? Ibuk dengar kamu sakit ya?”. “Iya mak, tapi aku sudah berobat.” kataku. “Kamu sudah melakukan apa yang mamak bilang?” lanjut mamak. “Belum mak,” kataku lagi. Karena agama yang ibu anut masih Kristen, maka ibuku menyuruh aku agar berdoa di gereja memohon kesembuhan kepada Tuhan kami, sebagaimana yang dilakukan oleh masyarakat di tempat aku dan keluarga tinggal dulu. “Belum buk, belum. Aku sekarang sudah masuk Islam, jadi gak bisa ke gereja.” kataku dengan bahasa yang lemah karena sedang sakit. Sontak ibu saya kaget bukan main. “Sudah masuk Islam kamu nak?”. “Iya buk”, jawabku. “Kenapa kamu tega melakukan ini anakku. Kenapa kamu tega berbuat begini sama ibu nak? Kenapa kamu jadi begini nak” sambil menangis ibu berkata itu kepadaku.

SONIA SOARES MEMILIH ISLAM

SONIA SOARES MEMILIH ISLAM

Dikirim tanggal 25 Feb 2016 11.37.50 154 Kali dibaca

Nama saya Sonia Soares, biasa dipanggil Sonia. Saya adalah gadis kelahiran Timor Leste, tanggal 08 Nopember 1999. Saya seorang muallaf yang saat ini sedang menempuh pendidikan formal di salah satu sekolah Islam swasta dan menjadi santri di Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan Annaba Center Indonesia. Menjadi seorang muallafah bukanlah sesuatu yang begitu saja terjadi pada diri saya. Latar belakang keluarga yang beragama Katholik, menjadikan saya harus memikul beban yang tidak ringan karena saya berhadapan dengan mayoritas penganut Katholik dalam lingkungan keluarga. Meski ayah hanyalah seorang yang bekerja sebagai tukang ojek dan ibu adalah pedagang sayur, tapi dalam diri mereka terdapat keimanan Katholik yang cukup kuat. Ini dapat dilihat dari keseharian mereka yang juga aktif dalam kegiatan ke-katholik-an.  

Cuplikan Goresan Pena Santri Annaba Center dalam Cerpen

Cuplikan Goresan Pena Santri Annaba Center dalam Cerpen "HIJAB, HIJAB, DAN HIJAB"

Dikirim tanggal 3 Mei 2016 09.55.23 228 Kali dibaca

HIJAB, HIJAB, DAN HIJAB   Hijab, hijab, dan hijab. Ngomongin soal hijab, saat ini bukan hanya sebagai penutup kepala saja melainkan sudah menjadi fashion bagi kaum hawa. Subhanallah, kalau dilihat lebih jauh lagi, hijabers sekarang terlihat begitu cantik-cantik dan anggun dengan hijabnya. Mereka menutup aurat dalam segala aktifitas, bekerja, berbelanja, mengatar maupun menjempu anak ke sekolah. Mereka seolah sadar betul bahwa sebagai seorang perempuan sudah sepantasnya menutup aurat karena ketika seorang perempuan pergi keluar rumah tanpa mengenakan kerudung, maka setiap langkahnya akan menyeret ayah atau suaminya ke dalam jurang neraka. Menakutkan sekali, terkena panas matahari saja sudah kegerahan dan seakan tidak mau keluar dari rumah apalagi berada dalam jurang neraka, pasti tak akan ingin.   ---------------------------