Berita

BAKTI SOSIAL IBU-IBU PENGAJIAN ATS TSURAYYA KE PESANTREN AN-NABA CENTER

Dikirim tanggal 16 Jun 2015 12.52.57 417 Kali dibaca

BAKTI SOSIAL IBU-IBU PENGAJIAN ATS TSURAYYA KE PESANTREN AN-NABA CENTER
Rabu, 10 Juni 2015, Pesantren Pembinaan Muallaf Yayasan An-Naba Center Indonesia kedatangan tamu istimewa. Mereka adalah ibu-ibu dari pengajian Ats Tsurayya yang datang dengan maksud melakukan pengajian sekaligus bakti sosial ke pesantren An-Naba Center. Dikoordinatori oleh ibu Laksmi, sekitar 50 orang ibu-ibu pengajian hadir dengan mengenakan pakaian yang bernuansa pink. Tepat pada pukul 09.45 WIB, para jemaah pengajian tiba di pesantren An-Naba. Melihat pesantren yang bersih dan tertata rapih, para ibu merasa kagum dan mengaku bangga. KH. Syamsul Arifin Nababan selaku pimpinan pesantren menerima dan menyambut hangat kedatangan para ibu jemaah pengajian. Pada sela-sela sambutan itu, sebagian ibu yang sudah mengenal pak Kiai menyampaikan rasa senangnya karena dapat bersilaturahmi langsung dengan keluarga besar An Naba Center. Sesaat setelah tiba di pesantren, para ibu langsung menuju ke ruang mushollah untuk bersama-sama mendengarkan tausiah serta testimoni para santri muallaf yang ada di pesantren An-Naba Center. Memasuki pukul 10.00 WIB, kegiatan pengajian pun dimulai. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran yang dibacakan oleh salah seorang santri muallaf yang sudah menghafal 3 juz Al-Quran. Setelah pembacaan ayat suci Al-Quran usai dibacakan, pak Kiai kemudian menjelaskan secara singkat kronologi pendirian pesantren An-Naba Center, lalu dilanjutkan dengan testimoni para santri muallaf. Lebih dari enam orang santri pun bertestimoni pada kegiatan yang dilakukan hari Rabu itu. Mereka semua menjelaskan alasan utama mengapa memilih Islam sebagai agama yang mereka yakini. Tak hanya itu, mereka juga menceritakan suka-duka saat memutuskan berpindah agama dari agama lamanya dan memilih Islam. Mulai dari dikeluarkan dari sekolah, diusir dan dimusuhi oleh keluarga, dipecat dari pekerjaan, hingga mendapat kekerasan fisik serta psikis yang mereka alami. Para ibu yang mayoritas belum mengetahui mengenai problematika hidup para muallaf mengaku sangat prihatin. Bahkan, sebagian di antara mereka terlihat menitihkan air mata saat salah seorang santri bercerita tentang pahitnya kehidupan saat berpindah agama dan memilih memeluk Islam. “Ini akan menjadi sebuah pengalaman tersendiri bagi kami, dan ini akan kami jadikan sebagai motivasi yang menyemangati kami yang mana sejak lahir sudah dalam keadaan berislam.”, ujar salah seorang ibu. Testimoni yang disampaikan oleh para santri dipandu langsung oleh KH. Syamsul Arifin Nababan. Sebelum memulai melakukan testimoni tersebut, para santri ditanya oleh beliau perihal hafalan Al-Quran yang dimiliki. Alhamdulillah mayoritas dari mereka telah menghafal Al-Quran satu hingga lima juz. Adapun yang belum bisa membaca dan menghafal Al-Quran dengan baik, khususnya para santriwati, karena mereka belum mendapatkan pembinaan secara intensif sebab bangunan pesantren putri masih belum selesai dibangun. Pada akhir kesempatan, perwakilan ibu-ibu pengajian memberikan sumbangan secara simbolis berupa sembako, sajadah, dan uang tunai kepada pesantren An-Naba Center melalui KH. Syamsul Arifin Nababan. Pak Kiai pun menerima pemberian tersebut dan berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan; “Semoga kepedualian dan bantuan yang ibu-ibu berikan kepada pesantren An-Naba Center ini dibalas oleh Allah Swt., dengan yang lebih baik lagi. Semoga pula silaturahmi ini akan terus terjalin erat yang tidak terputus ketika acara ini selesai diadakan, amin.”, tutup pak kiai.