Berita

DIALOG 1,5 JAM LALU MASUK ISLAM

Dikirim tanggal 29 Jan 2015 10.13.02 788 Kali dibaca

DIALOG 1,5 JAM LALU MASUK ISLAM
Tadi malam, selepas melakukan salat maghrib, pesantren pembinaan muallaf Yayasan Annaba Center Indonesia kedatangan tamu istimewa. Mereka adalah dua orang saudara kita dari agama lain, yaitu nasrani. Dua orang laki-laki yang datang ditemani oleh beberapa rekan mereka dengan maksud untuk melakukan dialog bersama KH. Syamsul Arifin Nababan. Salah seorang di antara dua umat nasrani tersebut sebelumnya memang sudah pernah datang ke pesantren, tepatnya pada malam minggu kemarin. Ia lebih dahulu datang dan melakukan dialog bersama pak kiyai dan kemudian berjanji untuk datang lagi demi memantapkan keyakinannya terhadap Islam. Sedangkan seorang penganut nasrani yang lain juga ingin mengetahui Islam, khususnya perbandingannya dengan Kristen. Dialog berlangsung akrab dengan penjelasan yang sarat dengan perbandingan agama. Terlihat salah seorang dari penganut nasrani yang berdiskusi tersebut sangat antusias mendengarkan, sedang yang satu lagi menyimak penjelasan pak kiyai karena sebelumnya sudah melakukan dialog. Diskusi pun berlangsung dengan penuh pertanyaan. Mulai dari apa sebenarnya agama, Yesus itu Tuhan atau hanya sebagai nabi yang diutus oleh Tuhan, kemudian hukum-hukum dalam Al-Kitab, semua dibahas dengan menggunakan Al-Kitab itu sendiri, baru kemudian dikompariskan dengan Al-Quran. Tidak menunggu waktu lama, setelah dialog berlangsung salah seorang dari penganut agama Kristen yang berdialog tadi malam memutuskan untuk mengucapkan kalimat syahadat. Ia merasa tidak perlu lagi menunda waktu karena keyakinannya terhadap agama yang benar sudah kuat. Islam tidak lagi menjadi sebuah agama yang ditakuti, melainkan telah menjadi agama yang haq dan tidak ada yang lain kecuali Islam. Meski menurut pengakuan seorang yang mengucapkan kalimat syahadat tadi malam, sebelumnya ia sangat takut dengan Islam karena identik dengan teroris dan kekerasan. Alhamdulillah, melalui penjelasan yang disampaikan olah pak kiyai, akhirnya ia sadar bahwa bukan Islam yang salah, melainkan umatnya yang salah dalam memahami Islam. Kemudian, dalam waktu 1,5 jam, pria yang bernama Galih bersyahadat di mushallah pesantren Annaba Center Indonesia. Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat... (Q.S. Al-Baqarah [2]: 256)