Berita

Diterima di RGI

Dikirim tanggal 20 Jan 2015 12.43.23 779 Kali dibaca

Diterima di RGI
Alhamdulillah, tadi malam, tepat pada pukul 17.00 WIB, pesantren pembinaan muallaf Yayasan Annaba Center Indonesia mendapat kabar gembira. Salah seorang santri putra telah diterima untuk mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Rumah Gemilang Indonesia (RGI). Pelatihan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan (skill) para pesertanya itu diminati oleh banyak kalangan termasuk santri pesantren Annaba Center. Berdasarkan informasi yang diperoleh, lebih dari 400 orang mendaftarkan diri untuk masuk pada lembaga pelatihan tersebut. Sayangnya, dari 400 orang, hanya 120 orang yang diterima setelah melewati seleksi yang cukup ketat.             Adalah Fermi Abdullah, santri Pesantren Annaba Center yang diterima untuk mengikuti pelatihan tersebut. Fermi telah melalui beberapa tes sebelum dinyatakan lulus dan diterima pada lembaga pelatihan RGI. Mulai dari proses pendaftaran dan administrasi, kemudian dilanjutkan dengan tes interview untuk mengetahui kesungguhan dan kemampuan calon peserta pelatihan. Fermi menuturkan bahwa “Kami diminta untuk membacakan beberapa ayat dalam Al-Quran kemudian diminta untuk menjelaskan maksud dan tujuan mengapa datang dan memilih RGI sebagai tempat pelatihan. Selain itu, kami diminta menuturkan latar belakang kami mulai dari asal, lulusan, hingga hal-hal yang menyangkut kepribadian.”, tuturnya. Setelah mengikuti serangkaian tes, Fermi dinyatakan lulus dan menjadi salah satu peserta pelatihan di RGI. Hari ini, 20 Januari 2015, ia telah melakukan penandatanganan surat pernyataan untuk bersedia mengikuti segala bentuk kegiatan yang telah dijadwalkan serta mematuhi peraturan yang ada di lembaga tersebut. Kemudian pada tanggal 23 Januari 2015 nanti, Fermi akan aktif mengikuti pelatihan. KH. Syamsul Arifin Nababan mengatakan bahwa “Para santri akan terus didorong untuk mendapat pendidikan yang baik. Hal ini mengingat mereka adalah penyambung estafet dakwah, yakni tidak hanya dakwah dengan lisan, tetapi juga dengan perbuatan bahkan dengan pemikiran yang mungkin mereka tuangkan dalam sebuah karya tulis berupa buku. Oleh sebab itu, setiap hal positif yang dianggap perlu akan didukung oleh pesantren demi kemajuan mereka secara khusus dan ummat secara umum.”, tutup beliau. (red.)