Berita

Harta yang akan Melindungi Kita

Dikirim tanggal 23 Jan 2013 01.24.29 507 Kali dibaca

Harta yang akan Melindungi Kita
Harta (maal) menurut jumhur ulama adalah segala sesuatu yang bernilai dan dimanfaatkan dengan menguasainya. Harta nyata (berwujud) yang kita miliki adalah berupa uang yang biasanya disimpan di dalam brankas, tabungan di bank ataupun bentuk investasi lainnya yang tidak hanya melindungi akan tetapi akan menambah nilai harta tersebut. Bagi kita, ini adalah sebuah langkah konkret yang dapat mengamankan harta yang kita miliki, karena tidak hanya dapat terhindar dari pencurian, melainkan lebih dari itu, dapat menambah nilainya. Namun, pernahkah kita berpikir bahwa apakah harta itu benar-benar milik kita? Kita seolah yakin benar bahwa apa yang telah kita dapatkan adalah milik kita, tanpa menyadari bahwa ini hanyalah titipan yang diamanahkan oleh Allah Swt. Allah Swt. hanya memberikan amanah untuk mengelolanya karena sesungguhnya harta yang kita miliki itu adalah bagian dari ujian yang diberikan oleh-Nya kepada kita. Allah Swt. berfirman dalam Al-Quran:    وَاعْلَم�?وا أَنَّمَا أَمْوَال�?ك�?مْ وَأَوْلَاد�?ك�?مْ �?�?تْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ ع�?نْدَه�? أَجْرٌ عَظ�?يمٌ Artinya: Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. (Q.S. Al-Anfal [8]: 28)   Ayat tersebut menerangkan bahwa harta yang kita punya adalah bentuk ujian yang diberikan oleh Allah kepada kita. Apabila kita bisa mengelolanya dengan baik dan sesuai dengan perintah-Nya, maka harta yang kita miliki akan menambah ketakwaan kita di sisi-Nya.             Banyak kemungkinan yang terjadi terhadap harta kita, baik itu kehilangan, kerusakan dan hal lain yang tidak dapat kita duga. Orang yang tidak menyadari bahwa harta yang kita miliki adalah sebuah amanah dan cobaan yang diberikan oleh Allah, akan menjadikannya merasa resah terhadap apa yang akan terjadi dengan harta tersebut. Susah tidur, su'udzon, dan perasaan takut kehilangan melanda hati sang pemilik harta yang lalai atas amanah yang diberikan kepadanya. Sebagai seorang Muslim yang taat, inilah yang harus kita hindari agar harta yang kita miliki menjadi penyelamat bagi kehidupan kita di dunia dan akhirat, bukan sebaliknya, justru membawa kita ingkar terhadap nikmat yang Allah berikan. Apa yang seharusnya kita lakukan agar harta yang kita miliki tidak hanya bermanfaat tetapi juga menjadi pelindung bagi kita? Sedikitnya ada dua hal yang harus kita lakukan agar harta tersebut dapat melindungi kita. Pertama, selalu bersyukur kepada Allah, dan mendapatkan harta tersebut dengan cara yang halal, bukan diperoleh dengan cara-cara yang dilarang oleh-Nya. Harta yang kita peroleh berupa rizeki yang Allah berikan kepada kita adalah nikmat yang harus kita syukuri, tanpa membandingkan nikmat orang lain yang mungkin rizekinya lebih banyak dari kita. Sebaliknya, lihatlah rizeki orang-orang yang berada di bawah kita, agar ini dapat meningkatkan rasa syukur dan ketakwaan kita kepada Allah Swt. Allah Swt. berfirman dalam Al-Quran surat Ibrahim [14] ayat 7: وَإ�?ذْ تَأَذَّنَ رَبّ�?ك�?مْ لَئ�?نْ شَكَرْت�?مْ لَأَز�?يدَنَّك�?مْ وَلَئ�?نْ كَ�?َرْت�?مْ إ�?نَّ عَذَاب�?ي لَشَد�?يدٌ     Artinya: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".   Kesenangan yang kita peroleh melalui harta hanyalah bersifat sementara, maka hendaklah kita bersyukur terhadap harta yang telah Allah karuniakan kepada kita. Ini menunjukkan bahwa tidak ada harta yang menjadi milik kita selama ini, melainkan atas nikmat yang Allah berikan. Oleh sebab itu, sebagai salah satu wujud syukur kita kepada Allah hal yang dapat dilakukan adalah mengelolanya sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh-Nya kepada kita, agar ini menjadi bekal kita di Hari Akhir kelak.               Kedua, berbagi dengan sesama melalui kegiatan-kegiatan sosial, seperti berzakat, shadaqah, santunan, pelyanan kesehatan, pendidikan dan lainnya. Hal ini akan memberikan dua manfaat sekaligus, yakni meringankan beban orang yang membutuhkan dan menumbuhkan rasa empati pada diri sendiri, keluarga, dan masyarakat sekeliling kita, sehingga secara tidak langsung mereka akan mendoakan kebaikan kepada kita, agar Allah Swt. memberikan perlindungan kepada kita melalui harta yang kita dermakan. Janganlah berbuat sebaliknya, pelit dan kikir, enggan memberikan sebagian yang kita miliki karena menganggap ini adalah jerih payah kita semata dan tidak ada hak orang lain di dalamnya kecuali diri kita sendiri.             Allah Swt. memberi peringatan dengan tegas dala kitab-Nya:    يَا أَيّ�?هَا الَّذ�?ينَ آمَن�?وا إ�?نَّ كَث�?يرًا م�?نَ الْأَحْبَار�? وَالرّ�?هْبَان�? لَيَأْك�?ل�?ونَ أَمْوَالَ النَّاس�? ب�?الْبَاط�?ل�? وَيَص�?دّ�?ونَ عَنْ سَب�?يل�? اللَّه�? وَالَّذ�?ينَ يَكْن�?ز�?ونَ الذَّهَبَ وَالْ�?�?ضَّةَ وَلَا ي�?نْ�?�?ق�?ونَهَا �?�?ي سَب�?يل�? اللَّه�? �?َبَشّ�?رْه�?مْ ب�?عَذَاب�? أَل�?يم�? (34) يَوْمَ ي�?حْمَى عَلَيْهَا �?�?ي نَار�? جَهَنَّمَ �?َت�?كْوَى ب�?هَا ج�?بَاه�?ه�?مْ وَج�?ن�?وب�?ه�?مْ وَظ�?ه�?ور�?ه�?مْ هَذَا مَا كَنَزْت�?مْ ل�?أَنْ�?�?س�?ك�?مْ �?َذ�?وق�?وا مَا ك�?نْت�?مْ تَكْن�?ز�?ونَ (35)  Artinya: Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,34. pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, Maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu." 35 (Q.S. At-Taubah [9]: 34-35)   Rasulullah Muhammad Saw. dalam sebuah hadis juga telah mengingatkan kepada kita: Tidaklah ada satu hari pun yang seorang hamba berada di dalamnya kecuali pada pagi harinya turun dua malaikat, salah satunya berdoa: ‘Ya Allah, berikanlah kepada orang yang bersedekah pemberian yang lainnya.' Sedangkan yang satunya lagi mengatakan: ‘Ya Allah, berikanlah kepada orang yang tidak bersedekah kehancuran apa yang dimilikinya. (Muttafaqun ‘alaih).   Jelaslah sudah apa yang dimaksudkan dalam ayat dan hadis tersebut, agar kita dapat mengefesiensikan harta yang kita miliki dengan baik. Tidak mensia-siakannya ke jalan yang tidak di-ridhâi oleh Allah Swt. Mudah-mudahan apa yang sudah penulis sampaikan ini dapat menjadi renungan bagi kita bersama. Semoga Allah Swt. menyelamatkan kita dari harta yang tidak melindungi kita di dunia dan di akhirat kelak. Amin yaa rabbal ‘alamin.