Berita

TAMU DARI MICHIGAN, USA

Dikirim tanggal 6 Feb 2015 09.22.19 365 Kali dibaca

TAMU DARI MICHIGAN, USA
Kemarin, tanggal 5 Februari 2015, datang sejumlah tamu ke pesantren pembinaan muallaf Yayasan Annaba Center Indonesia. Mereka adalah seorang jamaah yang sedang melakukan khuruj sejak beberapa hari yang lalu. Empat orang pria yang berusia 30 tahun ke atas itu, kemarin datang dan hendak bertemu dengan pimpinan pondok pesantren KH. Syamsul Arifin Nababan. Sayangnya, pak kiai baru saja meninggalkan pesantren 30 menit sebelum mereka datang karena ada agenda yang harus di jalankan. Namun, kedatangan mereka di sambut baik oleh ustadz Ozi Setiadi. Perbincangan hangat pun terjadi antara mereka dengan beliau. Semula ustadz Ozi yang mempersilahkan mereka masuk ke ruang kantor pesantren mengira bahwa semuanya adalah warga Negara Indonesia. Akan tetapi, setelah melihat lebih lanjut ternyata yang datang tidak semuanya WNI, melainkan ada salah seorang yang berwarga negara Amerika tepatnya daru Michigan. Awalnya, seorang warga Amerika tersebut hanya menyapa dengan mengucapkan salam karena mungkin ia khawatir tidak akan mendapat respon yang cukup bila berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris. Namun, karena ia mencoba dan bertanya kepada ustadz Ozi tentang pesantren, ustadz Ozi pun kemudian menjelaskan dengan bahasa Inggris. Spontan saja “bule” yang kemudian memperkenalkan diri bernama Husein itu kaget, lalu bertanya. “Are you teacher here? You know my language?”, katanya. Ustadz Ozi pun kemudian menjawab; “No, I am not a teacher here, just worker.”, katanya dengan rendah hati. Husein pun tersenyum seolah tidak percaya apa yang beliau katakan. Kemudian ustadz Ozi menjawab pertanyaan dan menjelaskan mengenai pesantren muallaf pimpinan KH. Syamsul Arifin Nababan ini. Saat beliau menjelaskan bahwa jumlah santrinya hanya 35 orang, Husein pun kaget. Katanya “Kok bisa gedung yang megah ini hanya dihuni oleh 35 orang saja?”, katanya setelah diterjemahkan oleh ustadz Ozi kepada penulis berita. Ustadz Ozi pun lebih lanjut menjelaskan bahwa “pesantren ini adalah pesantren yang dikhususkan bagi para muallaf, sehingga tidak menerima santri umum layaknya pesantren-pesantren yang lain. Pesantren Annaba Center memiliki orientasi menjadikan para muallaf sebagai pribadi yang memiliki aqidah yang kuat dan kelak diharapkan menjadi da’i tidak hanya bagi kalangan umat Muslim semata melainkan juga mendakwahi umat non Muslim karena mereka memiliki latar belakang agama yang berasal dari agama selain Islam. Ini akan menjadikan mereka menjadi da’I yang memiliki bobot dakwah yang signifikan dibanding dengan da’I pada umumnya.”, tutup beliau. Penjelasan yang disampaikan oleh ustadz Ozi pun dipahami dengan baik oleh Husein dan beberapa orang yang datang menemaninya. Mereka pun mendoakan agar pesantren Annaba Center ini semakin optimal dalam berkontribusi untuk umat. Semoga, amin. (red.)